//Liputan Koran Sindo

Liputan Koran Sindo

DI era modern, gadget tak pernah luput dari keseharian. Bahkan, memiliki ponsel lebih dari satu merupakan hal lazim.

Sayangnya, si ponsel tak jarang malah bikin pemiliknya kerepotan. Untuk menampungnya di dompet, tentu terlalu sesak. Sama halnya jika harus ditenteng. Sebagai solusinya, kini muncul tren menggunakan handphone organizer atau colorful bag.

Dalam istilah sederhana, item fesyen ini bisa dinamai dompet ponsel. Bentuknya menyerupai clutch bag, namun dompet ini karakternya lebih fungsional. Dalam satu dompet, Anda bisa memasukkan beberapa unit ponsel andalan. Selain itu, uang tunai, kartu ATM sampai lipstick pun ikut tersimpan dengan rapi dan terorganisir. Memburu si dompet ponsel yang sedang ngetren ini, bukan perkara sulit.

Di mal atau di toko-toko pun sudah banyak dijajakan beragam model colorful bag yang unik dan memikat perhatian. Salah satu label unik itu, bertitel Maika Etnik . Produk asli Pojok Utara Cimahi ini, menyodorkan dompet ponsel dengan racikan tangan. Berawal dari hobi, sang penggagas Ika Yustika Pandunesia berkreasi memadukan aneka warna bold dengan detail pekerjaan tangan.

Dengan kepiawaiannya, sebuah dompet yang polos dapat menjelma menjadi pelengkap fesyen yang unik dan terlihat estetis. “Colorful bag Maika mengusung tema etnik modern. Kami bermain pada penggabungan warna, kain perca, mute, kancing, kancing batok, zig zag, pita, renda, dan jelujur tangan sehingga menghasilkan desain produk yang memiliki ciri khas dan berkarakter,” ujar pemilik Maika, Edwin Maidhanie.

Pemilik sekaligus suami dari Ika ini menambahkan, dompet ponsel ini memiliki ragam model berbeda, baik secara fungsi maupun detail pemanis. Namun secara baku MaikaEtnik memasarkan jenis colorful bag yang dibuat sarat fungsi dan sanggup menjawab kebutuhan. Dalam satu dompet misalnya, Maika Etnik membuat tiga kantong untuk ponsel, kantong beresleting serta puluhan sekat untuk memuat berbagai macam kartu. Demikian juga dengan model, produsen hand made ini membuatnya dalam warna-warna yang atraktif.

Sah saja, selama ini Maika Etnik memang membidik pasar pelajar dan mahasiswa. Untuk bahan saja dompet ini menggunkan kain kanvas serta suede yang sifatnya ringan dan sesuai dengan gaya hidup kawula muda. Bahkan yang terbaru, vendor ini juga mengandalkan material denim.

“Dompet ponsel ini bukan sekadar fesyen atau colorful bag. Lewat dompet ponsel hand made ini kami ingin mengajak kaum muda memaknai hidup. Mereka harus ceria, semangat dan penuh dengan solusi,” urainya. Pola tabrak warna alias color blockyang diusung oleh Maika, terlihat ciamik dengan ornamen pemanis di depannya.

Untuk menghasilkan produk yang memancing perhatian, dompet sengaja disematkan detail kancing, kain perca, renda, pita yang warna-warnanya berseberangan. Semisal kuning dengan merah, hijau dengan biru atau orange. Bahkan, dalam satu detail ornament, kita bisa menjumpai lebih dari tiga warna berbeda.

“Meskipun konsepnya tab – rak warna, kami tetap mengusahakan untuk tetap enak dipandang dan elegan. Makanya dompet ini banyak detail tambahannya untuk mem per – cantik tampilannya,” rincinya. Keistimewaan dari dompet ponsel etnik ini, terletak juga pada elemen sulaman, bordir manual serta permainan sablon yang bertema. Lihat saja sebuah dompet ponsel dengan gambar pohon.

Guna menciptakan ilusi tiga dimensi, colorful bagini membuat batang, dahan, daun serta bunga dari aneka komposisi material. Untuk bunga, menggunakan rajutan, sementara batangnya memetik teknik bordir. Ada pula tempelan kain perca colorful. Usaha Edwin dan Ika yang dimulai dari tahun 2005 ini, memasarkan dompet ponsel di 33 distributor ekslusif dari Sabang sampai Merauke. Bahkan, penyebaran resellersudah mencapai ribuan.

Bayangkan saja, dalam sebulan Maika sanggup menjual 15.000 unit dompet ponsel di seluruh Indonesia. “Konsep tabrak warna ini tetap kami pertahankan sebagai ciri khas. Namun ada juga warna pastel. Kalau soal model, rutin diperbarui setiap enam bulan sekali. Sementara untuk model, Maika sudah mengeluarkan lebih dari 240 model. Pasar terbesarnya di Jawa Timur,” cerita Edwin.

Di Bandung dan sekitarnya, tak sulit menemui dompet ponsel ini. Tokonya bisa dijumpai di kawasan Cipaganti. Sementara workshop-nya ada di Jalan Pojok Utara, tepatnya gang Karya Muda IV.

Jika malas menyambangi tempatnya, Anda pun tinggal berselancar di social media, Instagram, Facebook, dan Twitter. Untuk harga juga tidak terlalu mahal. Untuk dompet ponsel ini dibanderol antara Rp80.000 sampai Rp120.000 per item.

(sumber Koran Sindo Edisi 18/01/2015) ( Dini Budiman )

By | 2016-12-02T08:10:12+00:00 January 21st, 2015|Liputan|0 Comments

Leave A Comment