//Ubah Limbah Jadi Bernilai

Ubah Limbah Jadi Bernilai

Ubah Limbah Jadi Bernilai

IKA Yustika Pandunesia memanfaatkan limbah kain menjadi lukisan perca yang bernilai seni dan dijual hingga jutaan rupiah.


CITA rasa seni bisa diekspresikan melalui banyak cara dan media. Salah satunya dengan lukisan. Selain melukis dengan cat, banyak alat untuk menuangkan lukisan seperti dengan menggunakan kain perca. Di Indonesia, lukisan perca ini cukup langka. Masih sedikit seniman yang mengembangkan kreasi kain perca menjadi lukisan. Meskipun kurang populer, namun Ika Yustika Pandunesia, warga Kompleks Kota Mas, Jln. Kolonel Masturi berusaha membangun kemapanan untuk memamerkan dan menjual karya-karyanya.

Saat ditemui di kediamannya, Ika tengah sibuk menggunting aneka pola daun dan bunga dari kain perca dengan warna cerah. Kain perca yang sudah berbentuk daun dan bunga itu lalu ditempel dengan menggunakan lem di atas kanvas ukuran 1 x 70 cm. Lalu bunga yang sudah ditempel itu ditumpuk lagi agar tampilan lukisannya tambah bergelombang. Butuh keuletan, ketelitian terutama dalam memadukan warna, dan tema lukisan.

“Tema lukisan yang saya buat kebanyakan bertemakan bunga tropis. Ketika membuat lukisan semua berjalan sesuai naluri saja. Pas saya punya ide dan ingin melukis, maka saya langsung menuangkan ide lukisan dengan menempelkan aneka bentuk bunga ini, dan hasilnya memang kebanyakan bunga-bunga tropis. Tapi memang saya suka painting dan belajar autodidak saja,” katanya.

Ika mengaku, sejauh ini tidak menemui kendala dalam pembuatan lukisan perca. Apalagi bahan baku mudah didapat dari sisa-sisa hasil produksi tas.

“Awalnya mengembangkan usaha ini karena ingin memanfaatkan limbah. Sebenarnya bahan bakunya mudah dan murah, tapi karena saya menjual ide jadi lukisan ini menjadi bernilai,” katanya.

Ia menyebutkan harga satu lukisan antara Rp 700 ribu-Rp 1 juta. “Sejauh ini peminatnya bagus meskipun belum dijual massal karena kami rencananya akan launching untuk meresmikan galeri,” tambahnya.

Kreativitas dan ide yang digali Ika menjadi cerminan jika dimensi seni memang tak terbatas. Siapa pun bisa berekspresi hanya sekedar aktualisasi diri sampai mencari materi.

(cucu sumiati/”GM”)**

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/ubah-limbah-jadi-bernilai

BACK

By | 2016-12-02T08:10:16+00:00 May 10th, 2013|Blog|Comments Off on Ubah Limbah Jadi Bernilai